Best Practice, Upaya Mewujudkan Lingkungan Sekolah Hijau dan Bersih Melalui Strategi Bendera Tiga Warna Di Kabupaten Jembrana
Abstrak:
Lingkungan
sekolah yang hijau dan bersih merupakan dambaan semua pihak. Lingkungan sekolah
yang bersih, asri, dan rindang akan membuat seluruh warga sekolah merasa nyaman
dalam melakukan aktivitas belajar di sekolah. Upaya menumbuhkan sikap peduli
lingkungan di kalangan warga sekolah memerlukan pembinaan secara rutin dan
berkelanjutan.
Best Practice ini disusun untuk menginformasikan
efektivitas strategi bendera tiga warna dalam upaya mewujudkan lingkungan
sekolah yang hijau dan bersih di Kabupaten Jembrana. Strategi bendera tiga
warna merupakan pemberian reward and punishment dalam bentuk
bendera yang berwarna hijau, kuning, dan hitam yang diberikan kepada sekolah. Reward berupa bendera berwarna hijau
diberikan kepada sekolah yang telah berhasil menata lingkungan sekolah menjadi
hijau dan bersih, bendera berwarna kuning diberikan kepada sekolah yang belum
optimal dalam menata lingkungan sekolah,
sedangkan bendera berwarna hitam diberikan kepada sekolah yang masih sangat
kotor dan belum tertata dengan rapi.
Sekolah
yang dijadikan sebagai piloting dalam
penerapan pola pembinaan strategi bendera tiga warna ini adalah seluruh SMP,
SMA dan SMK Negeri yang ada di Kabupaten Jembrana, yang meliputi: 16 SMP Negeri, 5 SMA Negeri, dan 3 SMK
Negeri.
Langkah-langkah
pembinaan dilakukan meliputi tahap
perencanaan program, tahap pelaksanaan program, tahap evaluasi dan tindak
lanjut hasil evaluasi. Tahap pelaksanaan
program diawali dengan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah dari jenjang
SMP hingga SMA dan SMK Negeri agar segera dapat menyusun program penataan
lingkungan di masing-masing satuan pendidikan untuk mewujudkan lingkungan
sekolah yang hijau dan bersih (green and
clean school). Setelah sekolah menyusun program kerja selanjutnya dilakukan
pemantauan atas pelaksanaan program. Hasil pemantauan yang dilakukan dengan
menggunakan lembar observasi selanjutnya direkapitulasi untuk mengetahui
tingkat kualifikasi sementara yang diperoleh oleh masing-masing sekolah.
Kualifikasi
skor capaian sekolah dirumuskan dengan menggunakan rentang skor: 91 – 100:
kualifikasi A (Amat Baik), 76 – 90: kualifikasi B (Baik), 50 – 75:kualifikasi C
(Cukup), < 5: kualifikasi D (Kurang Baik). Sekolah yang memperoleh skor
masih rendah diberikan pembinaan lebih intensif untuk melakukan pembenahan
kembali sehingga pada saat penilaian memperoleh skor dengan kualifikasi baik
atau amat baik.
Setelah
dilakukan pembinaan secara intensif selanjutnya dilakukan evaluasi dengan
menggunakan lembar observasi dengan 25 indikator. Berdasarkan hasil observasi
lapangan diperoleh hasil sebagai berikut. Dari 16 SMP Negeri yang diobservasi,
12,5% memperoleh predikat A (Amat Baik), 75% memperoleh predikat B (Baik), dan
12,5% memperoleh predikat C (Cukup). Sedangkan untuk tingkat SMA dan SMK , dari
5 SMA Negeri dan 3 SMK Negeri yang diobservasi diperoleh hasil, 25% memperoleh
predikat A (Amat Baik), dan sisanya sebanyak 75% memperoleh predikat B (Baik).
Berdasarkan data tersebut dapat diambil simpulan bahwa pola pembinaan lingkungan sekolah dengan menggunakan strategi bendera tiga warna sangat efektif untuk menumbuhkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan, keasrian dan kelestarian lingkungan sekolah.
Klik DISINI untuk mendapatkan ebook lengkap
atau Scan Kode QR berikut
Cara Scan Kode QR

Post a Comment