Best Practice, Upaya Mewujudkan Lingkungan Sekolah Hijau dan Bersih Melalui Strategi Bendera Tiga Warna Di Kabupaten Jembrana

Table of Contents

Salam Merdeka Belajar, MediaEducations pada postingan kali ini ingin berbagi karya tulis ilmiah yang sangat mengispirasi yang berjudul "Best Practice, Upaya Mewujudkan Lingkungan Sekolah Hijau dan Bersih Melalui Strategi Bendera Tiga Warna Di Kabupaten Jembrana" yang di susun oleh I Nyoman Wenten. karya tulis ini telah di terbitkan dalama bentuk ebook dengan nomer ISBN: 978-623-95696-0-0, Penerbit mediaeducations. Berikut ini kami sajikan abstrak dari karya tulis tersebut dan di akhir postingan ini ada link ebook untuk bisa di baca lebih lengkap

Abstrak:

Lingkungan sekolah yang hijau dan bersih merupakan dambaan semua pihak. Lingkungan sekolah yang bersih, asri, dan rindang akan membuat seluruh warga sekolah merasa nyaman dalam melakukan aktivitas belajar di sekolah. Upaya menumbuhkan sikap peduli lingkungan di kalangan warga sekolah memerlukan pembinaan secara rutin dan berkelanjutan.

Best Practice  ini disusun untuk menginformasikan efektivitas strategi bendera tiga warna dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau dan bersih di Kabupaten Jembrana. Strategi bendera tiga warna merupakan  pemberian reward and punishment dalam bentuk bendera yang berwarna hijau, kuning, dan hitam yang diberikan kepada sekolah. Reward berupa bendera berwarna hijau diberikan kepada sekolah yang telah berhasil menata lingkungan sekolah menjadi hijau dan bersih, bendera berwarna kuning diberikan kepada sekolah yang belum optimal  dalam menata lingkungan sekolah, sedangkan bendera berwarna hitam diberikan kepada sekolah yang masih sangat kotor dan belum tertata dengan rapi.     

Sekolah yang dijadikan sebagai piloting dalam penerapan pola pembinaan strategi bendera tiga warna ini adalah seluruh SMP, SMA dan SMK Negeri yang ada di Kabupaten Jembrana, yang meliputi:  16 SMP Negeri, 5 SMA Negeri, dan 3 SMK Negeri.   

Langkah-langkah pembinaan  dilakukan meliputi tahap perencanaan program, tahap pelaksanaan program, tahap evaluasi dan tindak lanjut hasil evaluasi.  Tahap pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah dari jenjang SMP hingga SMA dan SMK Negeri agar segera dapat menyusun program penataan lingkungan di masing-masing satuan pendidikan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau dan bersih (green and clean school). Setelah sekolah menyusun program kerja selanjutnya dilakukan pemantauan atas pelaksanaan program. Hasil pemantauan yang dilakukan dengan menggunakan lembar observasi selanjutnya direkapitulasi untuk mengetahui tingkat kualifikasi sementara yang diperoleh oleh masing-masing sekolah.

Kualifikasi skor capaian sekolah dirumuskan dengan menggunakan rentang skor: 91 – 100: kualifikasi A (Amat Baik), 76 – 90: kualifikasi B (Baik), 50 – 75:kualifikasi C (Cukup), < 5: kualifikasi D (Kurang Baik). Sekolah yang memperoleh skor masih rendah diberikan pembinaan lebih intensif untuk melakukan pembenahan kembali sehingga pada saat penilaian memperoleh skor dengan kualifikasi baik atau amat baik.

Setelah dilakukan pembinaan secara intensif selanjutnya dilakukan evaluasi dengan menggunakan lembar observasi dengan 25 indikator. Berdasarkan hasil observasi lapangan diperoleh hasil sebagai berikut. Dari 16 SMP Negeri yang diobservasi, 12,5% memperoleh predikat A (Amat Baik), 75% memperoleh predikat B (Baik), dan 12,5% memperoleh predikat C (Cukup). Sedangkan untuk tingkat SMA dan SMK , dari 5 SMA Negeri dan 3 SMK Negeri yang diobservasi diperoleh hasil, 25% memperoleh predikat A (Amat Baik), dan sisanya sebanyak 75% memperoleh predikat B (Baik).

Berdasarkan data tersebut dapat diambil simpulan bahwa pola pembinaan lingkungan sekolah dengan menggunakan strategi bendera tiga warna sangat efektif untuk  menumbuhkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan, keasrian dan kelestarian lingkungan sekolah.


Klik DISINI untuk mendapatkan ebook lengkap

atau Scan Kode QR berikut

Cara Scan Kode QR

Post a Comment