Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk

Table of Contents




A.    Pendahuluan
Pembelajaran merupakan suatu perangkat kegiatan untuk terjadinya proses belajar, pada pendidikan di sekolah pembelajaran yaitu suatu proses yang mengandung serentetan perbuatan guru dan siswa atas dasar korelasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Kegiatan pembelajaran dapatlah berjalan di sekolah apabila terjadi perjuangan membuat sistem kondisi dan lingkungan yang bisa memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran terdapat sejumlah tujuan yang hendak dicapai. Pembelajaran dalam hal ini merupakan suatu kumpulan yang terdiri dari komponen-komponen pembelajaran yang saling berinteraksi, berintegrasi satu sama lainnya. Oleh karenanya bila salah satu komponen tidak sanggup terinteraksi, maka proses dalam pembelajaran akan menghadapi banyak hambatan yang mengaburkan pencapaian tujuan pembelajaran.Dengan demikian proses pembelajaran terjadi timbal-balik antara guru dan murid
Pada pembelajaran terdapat subyek  belajar, merupakan individu yang mempunyai otak, dari otak diperoleh kecerdasan. Otak insan yang terbagi dua belahan kanan dan kirim dan tersusun dari beberapa lobus dan area, dari sinilah di sanggup kecerdasan beragam yangdi pelopori oleh Howard Gardner, seorang psikolog terkemuka dari Harvard University, menemukan bahwa bergotong-royong insan mempunyai beberapa jenis kecerdasan. Howard menyebutnya sebagai kecerdasan beragam atau multiple intelligence.Mula-mula Howard menemukan delapan kecerdasan, namun dalam perkembangan selanjutnya, ia berhasil menemukan satu kecerdasan lagi. Sehingga hingga hari ini diperkirakan setiap insan mempunyai sembilan jenis kecerdasan.Kesembilan jenis kecerdasan itu adalah1. Kecerdasan Linguistik (word smart)2. Kecerdasan Spasial (picture smart)3. Kecerdasan Matematis (logic smart)4. Kecerdasan Kinestetis (body smart)5. Kecerdasan Musik (music smart6. Kecerdasan Interpersonal (people smart)7. Kecerdasan Intrapersonal (self smart)8.Kecerdasan Naturalis (nature smart) dan kecerdasan eksistensialis. Setiap insan mempunyai semua jenis kecerdasan itu, namun hanya ada beberapa yang secara umum dikuasai atau menonjol dalam diri seseorang.


B.     Kecerdasan Majemuk
Prinsip-prinsip utama dalam kecerdasan Majemuk
1.      Setiap orang mempunyai sembilan kecerdasan.  Setiap orang mempunyai kapasitas dalam sembilan kecerdasan yang berfungsi bersamaan dengan cara yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang mempunyai tingkatan sangat tinggi pada semua kecerdasan, ada yang cenderung rendah pada semua tingkatan. Umumnya berada di kedua kutub ekstrim ini, yaitu : sangat berkembang dalam sejumlah kecerdasan, cukup berkembang dalam kecerdasan tertentu, relatif agak ndeso .
2.      Pada umumnya orang sanggup mengembangkan setiap kecerdasan hingga tingkat penguasaan memada
3.      Kecerdasan umumnya bekerja bersamaan (simultan) dengan cara yang kompleks
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada kecerdasan yang berdiri sendiri. Kecerdasan selalu berinteraksi satu sama lain. 
4.      Ada banyak cara untuk cerdas dalam setiap kategori. Kecerdasan beragam menekankan keanekaragaman cara insan memperlihatkan bakatnya, baik dalam kecerdasan tertentu maupun antar kecerdasan.

SYARAT POKOK YANG HARUS DIPENUHI SETIAP KATEGORI KECERDASAN
1.      Ada wilayah primer dalam sistem neorologis yang bekerja secara umum dikuasai untuk satu aspek kecerdasan. Contoh : Verbal - Linguistik di bab lobus temporal kiri dan depan, Musikal di lobus temporal kanan.
2.      Ada komponen inti dari kompetensi atau kecerdasan ini. Contoh : Kinestetis kompetensinya bisa mengontrol gerak badan dan mahir mengelola objek, Interpersonal bisa mencerna dan merespon suasana hati dan motivasi lawan bicara.
3.      Ada sistem simbol yang khas. Contoh : Verbal - Linguistik memakai simbol fonetis, Matematis – Logis memakai bahasa komputer, Musikal memakai notasi musik, Naturalis memakai sistem penjabaran spesies, dsb.
4.      Ada kegiatan budaya tertentu yang merepresentasikan kecerdasan ini. Contoh : budaya bicara dan sastra untuk Verbal - Linguistik, penentuan ilmiah untuk Matematis – Logis.
5.      Ada peta perkembangan yang khas dari setiap kecerdasan. Contoh : Musikal bisa berkembang semenjak dini dan cenderung menetap hingga tua, Matematis - Logis memuncak pada masa remaja, dsb
6.      Bukti – bukti kondisi selesai terbaik. Contoh : Verbal - Linguistik seorang orator atau sastrawan, Kinestetis seorang atlit legendaris, Naturalis seorang peneliti alam atau jago biologi, dsb.
7.      Ada bukti asal-usul revolusioner. Contoh : Matematis - Logis dengan bukti sistem angka dan kalender, Interpersonal dengan hidup berkelompok lantaran kebutuhan berburu, Visual - Spasial dengan gambar di gua–gua.
8.      Kemampuan spesies lain. Contoh : Matematis – Logis ibarat lebah menghitung jarak dengan tarian spasial atau teritorial sejumlah spesies
9.      Faktor historis terhadap keadaan dunia ketika ini. Contoh : Kecerdasan Interpersonal dibutuhkan untuk perjuangan jasa, Kecerdasan Verbal - Linguistik mencirikan bahwa komunikasi verbal dan goresan pena penting untuk banyak sekali bidang kehidupan.

BEBERAPA FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN.

1.      Faktor Biologis, faktor keturunan atau genetis, luka atau cedera otak sebelum, selama dan setelah kelahiran.
2.      Sejarah Hidup Pribadi, pengalaman dengan orang tua, guru, sahabat sebaya, kawan-kawan dan orang lain, baik yang membangkitkan maupun yang menghambat pengembangan kecerdasan.
3.      Latar Belakang Kultural dan Historis, waktu dan tempat dilahirkan dan dibesarkan serta sifat dan kondisi perkembangan historis atau kultural di tempat-tempat lain.

Bentuk kecerdasan dari masing-masing Kecerdasan Majemuk yang di katkan dengan pembelajaran serta pola tokoh yang mempunyai kecerdasan tersebut
1.      Kecerdasan Verbal (Bahasa)
Bentuk kecerdasan ini dinampakkan oleh kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat bermacam-macam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks.
Berkaitan dengan pelajaran bahasa. William Shakespeare, Martin Luther King Jr, Soekarno, Putu Wijaya, Taufiq Ismail, Hilman “Lupus” Hariwijaya merupakan tokoh yang berhasil memperlihatkan kecerdasan ini hingga puncak, demikian pula para jurnalis hebat, jago bahasa, sastrawan, orator niscaya mempunyai kecerdasan ini.


2.      Kecerdasan Logika/Matematika
Bentuk kecerdasan ini termasuk yang paling mudah distandarisasikan dan diukur. Kecerdasan ini sebagai pikiran analitik dan sainstifik, dan bisa melihatnya dalam diri jago sains, programmer komputer, akuntan, banker dan tentu saja jago matematika. Berkaitan dengan pelajaran matematika. Tokoh2 yang populer antara lain Madame  Currie, Blaise Pascal, B.J. Habibie.
3.      Kecerdasan Spasial/Visual
Bentuk kecerdasan ini umumnya terampil menghasilkan imaji mental dan membuat representasi grafis, mereka sanggup berpikir tiga dimensi, bisa mencipta ulang dunia visual. Kecerdasan ini sanggup ditemukan pada pelukis, pematung, programmer komputer,  desainer, arsitek. Berhubungan dengan pelajaran menggambar. Tokoh yang sanggup diceritakan berkaitan  dengan kecerdasan ini, contohnya Picasso, Walt Disney, Garin Nugroho
4.      Kecerdasan Tubuh/Kinestetik
Bentuk kecerdasan ini memungkinkan terjadinya korelasi antara pikiran dan badan yang diharapkan untuk berhasil dalam aktivitas2 ibarat menari, melaksanakan pantomim, berolahraga, seni bela diri dan memainkan drama. Sebut saja Michael Jordan, Martha Graham (penari balet), Susi Susanti. Kecerdasan ini berkaitan dengan pejaran olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler ibarat menari, bermain teater, pantomim.
5.      Kecerdasan Musical/Ritmik
Bentuk kecerdasan ini mendengarkan pola musik dan ritmik secara natural dan kemudian sanggup memproduksinya. Bentuk kecerdasan ini sangat menyenangkan, lantaran musik mempunyai kapasitas unutk mengubah kesadaran kita, menghilangkan stress dan meningkatkan fungsi otak. Berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Tokoh2 yang sudah mengembangkan  kecerdasan ini contohnya Stevie Wonder, Melly Goeslow, Titik Puspa.
6.      Kecerdasan Interpersonal
Bentuk kecerdasan ini wajib bagi tugas2 ditempat kerja ibarat perundingan dan  menyediakan umpan balik atau evaluasi. Berkaitan dengan pelajaran PPKn, sosiologi. Manajer, konselor, terapis, politikus, perantara memperlihatkan bentuk kecerdasan ini. Mereka biasanya pandai membaca suasana hati, temperamen, motivasi dan maksud orang lain. Abraham Lincoln dan Mahatma Gadhi memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengubah dunia.

7.      Kecerdasan Intrapersonal
Bentuk kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja terdalam dari abjad dan kepribadian. Kita sering menamai kecerdasan ini dengan kebijaksanaan.  Berkaitan dengan jurusan psikologi atau filsafat. Tokoh2 sukses yang sanggup dikenalkan untuk memperkaya kecerdasan ini yaitu para pemimpin keagamaan dan para psikolog.
8.      Kecerdasan Naturalis
Kemampuan mengobservasi pola-pola alam dan memahami sitem alamiah atau sistem buatan manusia.

C.    Kecerdasan beragam implikasinya pada taktik pembelajaran
Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik Taktik, dan Model Pendekatan pembelajaran : Titik tolak sudut pandang terhadap proses pembelajaran. Ada dua jenis pendekatan pembelajaran : Student Centered Approach dan Teacher Centered Approach. Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam taktik pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur taktik dari setiap usaha, yaitu :
1.      Mengidentifikasi dan memutuskan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2.      Mempertimbangkan dan menentukan jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3.      Mempertimbangkan dan memutuskan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh semenjak titik awal hingga dengan sasaran.
4.      Mempertimbangkan dan memutuskan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil sikap dan pribadi penerima didik.
  2. Mempertimbangkan dan menentukan sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan memutuskan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa semoga tujuan pembelajaran sanggup dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam taktik pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa taktik intinya masih bersifat konseptual perihal keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran sanggup dikelompokkan ke dalam dua bab pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, taktik pembelajaran sanggup dibedakan antara taktik pembelajaran induktif dan taktik pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya dipakai banyak sekali metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, taktik merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode yaitu “a way in achieving something(Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dipakai untuk mengimplementasikan planning yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan aktual dan mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang sanggup dipakai untuk mengimplementasikan taktik pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran sanggup diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode eksperimen laboratorium, guru sanggup memakai teknik urutan kerja yang harus dilakukan siswa semoga hasil eksperimen bisa mengantarkan siswa pada hasil sesuai tujuan eksperimen.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu misalnya pada eksperimen laboratorium sanggup memakai taktik  membandingkan hasil kontrol untuk mengarahkan siswa pada hasil eksperimen.
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran intinya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal hingga selesai yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajara

1.      KECERDASAN VERBAL - LINGUISTIK
Lazim Dijumpai Pada Novelis, penyair, penulis iklan, Penulis naskaH Orator,  Pemimpin politik, Editor.Jurnalis, Penulis pidato
Deskripsi/Ciri Yang Menonjol yaitu Sensitif terhadap pola, Teratur, sistematis, Mampu beragumentasi, Suka mendengarkan, membaca, dan menulis, Suka drama, puisi, buku. Mengeja dengan mudah, Suka permainan kata, Punya ingatan tajam pada hal-hal sepele, Mempunyai kosa kata yang kaya, Pembicara publik dan tukang debat andal, fasih dan ekspresif, berilmu menjelaskan sesuatu. Cara Praktis Dalam Belajar Bercerita, Permainan ingatan nama atau tempat, Permainan kosa kata, Menggunakan goresan pena jurnal, Wawancara, Mengerjakan teka-teki, Permainan mengeja, Buat edit majalah kelas, Debat, Diskusi.
Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Verbal Linguistik. Proses pembelajaran yang mengembangkan intelegensi verbal linguistic sanggup merangsang perkembangan multi intelegensi dalam setiap mata pelajaran termasuk Ilmu Pengetahuan Alam.  Beberapa cara yang sanggup dilakukan dalam pembelajaran untuk mengembangkan intelegensi verbal linguistic dalam dalam pembelajaran IPA yaitu mendengarkan materi yang akan dibahas dari kaset maupun dari informasi yang pribadi disampaikan oleh guru, diskusi kelas, membuat hasil laporan laporan pengamatan, melaksanakan kegiatan wawancara, mencari materi untuk melengkapi tugas, menulis karya ilmiah.
2.      KECERDASAN MATEMATIS – LOGIS
Lazim Dijumpai Pada, jago matematika Ilmuwan, sarjana, pemburu binatang, penyelidik polisi, pengacara, akuntan. Deskripsi/Ciri Yang Menonjol : Suka berpikir abstrak, klarifikasi logis, mengerjakan teka-teki, berhitung, komputer, suka pada ketepatan, teratur, langkah demi langkah, memakai struktur logis, sangat suka memecahkan masalah, sangat suka bereksperimen secara logis, suka mencatat secara teratur, mencatat sesuatu dengan teratur, mencari pola dari segala
Penerapan Intelegensi Logika Matematika dalam pembelajaran IPA sanggup melalui beberapa cara, yaitu
a.        Metoda Ilmiah
Metoda ilmiah yaitu suatu cara untuk menemukan produk ilmiah dengan langkah-langkah yang logis dan matematis. Proses umum metode ilmiahsecara empiris adalah: menemukan masalah, menyusun hipotesa atau dugaan sementara, menguji hipotesis dengan melaksanakan percobaan, Menarik kesimpulan, menguji kesimpulan.
b.       Berfikir secara Ilmiah menurut Kurikulum.
c.        Logika Deduktif.
Logika deduktif yaitu cara berfikir dengan menguraikan konsep yang umum ke konsep yang khusus.
Contohnya :
a.         Silogisme yaitu argument yang tersusun dari dasar pemikiran dan kesimpulan.
b.        Diagram Venn, memakai bulat yang saling melengkapi untuk membandingkan sekumpulan informasi
c.         Logika Induktif
Logika induktif yaitu cara berfikir seseorang dengan mempertimbangkan kenyataan fakta khusus kepada kasimpulan umum dengan memakai analogi
d.        Meningkatkan berguru dan berfikir.
e.         Meningkatkan berfikir siswa, guru dalam pembelajaran memakai media pembelajaran.
f.         Proses berfikir secara matematika.
Matematika mata pelajaran yang khusus berfikir ajaib dan sulit, sehingga anak tidak tertarik. Untuk itu guru sanggup menyusun pembelajaran dengan pola gambar, grafik, dan pembuatan aba-aba untuk menimbulkan keingintahuan.
g.        Bekerja dengan angka-angka.
Siswa yang menyukai ketelitian akan menemukan kesenangan bekerja dengan angka-angka ibarat pengukuran, peluang, masalah-masalah dalam bentuk cerita.
h.        Teknologi yang meningkatkan intelegensi logi-matematika. Siswa sanggup berguru dengan efektif dengan memakai software yang menarik.
3.      KECERDASAN VISUAL – SPASIAL
Lazim Dijumpai Pada: Arsitek, pelukis, pemahat, navigator, pemain catur, jago fisika, jago taktik perang
Deskripsi/Ciri Yang Menonjol: berpikir dengan gambar, memakai gambaran mental, memakai metafora, indra konfigurasi kuat, suka seni, menggambar, memahat, mudah baca grafik, peta, diagram arah, mengingat menurut gambar, mempunyai indra warna hebat, memakai semua indra untuk imajinasi, bahagia mengamati, kecerdasan visual-spasial tidak selalu muncul bersamaan
Cara Praktis Dalam Belajar: Gunakan gambar, diagram, peta, warna, grafik komputer, buat coretan simbol, padukan seni dengan mata pelajaran lain, gunakan peta berguru atau mind map, lakukan visualisasi, nonton atau buat video, gunakan ekspresi wajah, pindah ruangan untuk menerima perspektif yang berbeda, buat pengelompokkan
 Proses Belajar yang Mengembangkan Intelegensi Visual Spasial. Proses berguru ini merupakan suatu proses yang mengembangkan kemampuan persepsi. Imajinasi dan estesti dalam buku Mc.Kim Experience in Visual thinking. Mengidentifikasi 3 komponen yang luas dari gambaran visual :
a.      Gambaran eksternal yang kita rasakan
b.      Gambaran internal yang kita impikan / kita bayangkan.
c.       Gambaran yang kita ciptakan melalui gambar yang tak beraturan.
4.      KECERDASAN MUSIKAL
Lazim Dijumpai Pada : pemain drama, penggubah lagu, konduktor, penikmat musik, penata rekaman, pembuat instrumen musik, penyelaras piano, budaya tradisional (tanpa bahasa tulis)
Deskripsi/Ciri Yang Menonjol : sensitif terhadap nada, irama dan wahana musik, sensitif terhadap kekuatan musik, sensitif terhadap susunan musik rumit, bisa jadi amat spiritual, menyukai bunyi-bunyi dari alam, menikmati mendengarkan musik
Cara Praktis Dalam Belajar : bermain alat musik, berguru lewat lagu, gunakan konser aktif dan pasif,  iringi dengan musik, bergabung dengan paduan suara, menulis musik, padukan musik dengan bidang lain, ubah suasana hati dengan musiK, mengarang musik di komputer
Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Musik. Musik memilki kaitan yang erat dengan emosional seseorang, yaitu: mengatakan suasana yang ramah ketika siswa memasuki ruangannya, memperlihatkan imbas yang meredakan setelah melaksanakan acara fisik, melancarkan peralihan antar kelas, membangkitkan kembali energy yang mulai sedikit, mengurangi strees, membuat suasana positif di sekolah.
Cara yang sanggup dilakukan untuk mengembagkan intelegensi music di sekolah adalah:
a. Memasang music latar yang lembut dan universal di sekolah.
b.     Melalui pembelajaran masing-masing bidang studi yang ada di sekolah.
          Misalnya: membuat lagu-lagu yang bertemakan materi yang sedang diajarkan
5.      KECERDASAN FISIK ATAU KINESTETIS
Lazim Dijumpai Pada : penari, aktor, atlet, juara olah raga,penemu, jago mimik/ekspresi, jago bedah, karateka, pembalap, pekerja luar, montir.
Deskripsi/Ciri Yang Menonjol : mempunyai daya kontrol yang baik terhadap badan dan obyek,  “timing” bagus,  respons/refleks terlatih terutama terhadap lingkungan fisik,  belajar paling efektif dengan bergerak dan melibatkan diri dengan kelompok,  suka melaksanakan olahraga fisik, bermain, tampil bekerja dengan tangan, suka memakai manipulasi, mudah mengingat apa yang dilakukan, bermain dengan obyek, galau bila diam/pasif, berpikir mekanis
Cara Praktis Dalam Belajar :gunakan latihan fisik, gunakan tarian, gerak dan drama, gunakan manipulasi dalam ilmu alam, matematika, lakukan perubahan tata kelas, padukan gerak dengan semua mata pelajaran,  gunakan model, mesin,  kerajinan tangan Lakukan perjalanan lapangan lakukan permainan kelas, bertepuk, ketukan kaki, loncat, dsb.
Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Kinestetik.
Ada bermacam-macam acara tectile-kinestetik yang bertujuan untuk mempertinggi pembelajaran siswa di segala usia, yaitu:
a.    Lingkungan fisik : kawasan ruang kelas, dalam merencanakan ruang kelas, para pengajar membuat ruangan yang bisa membuat perasaan siswa menjadi senang.
b.    Drama : teater, permainan peran, drama kreatif, simulasi ( keadaan yang menggandakan ) keadaan sebenarnya.
c.    Gerak kreatif : memahami pengetahuan jasmaniah, memperkenalkan aktifitas gerak kreatif,menerapkan gerak kreatif keahlian dasar, membuat isi yang lebih terarah dari acara gerakan
d.   Tari : bagian-bagian tari, rangkaian pembelajaran melalui tari.
e.    Memainkan alat-alat : kartu-kartu tugas,teka-teki kartu tugas, menggambar alat-alat tambahan, membuat tanda-tanda bagi ruang kelas.
f.     Permainan ruangan kelas : Binatang buruan ( binatang pemakan bangkai) permainan-permainan lantai besar, permainan-permainan merespon gerak fisik secara meanyeluruh, permainan mengulang hal yang umum.
g.    Pendidikan fisik : karakteristik dari seorang pengajar ( perihal ) fisik , pendidikan petualang, jaringan laba-laba, piramida sepuluh orang, petualangan-petuangan sepuluh orang.
h.    Kesempatan-kesempatan latihan.
i.      Perjalanan ke alam bebas.
6.      KECERDASAN INTERPERSONAL ATAU SOSIAL
Lazim Dijumpai Pada : politisi, guru,  pemimpin religius,  penasehat, psikolog, penjual, manajer, kekerabatan publik, orang yang bahagia bergaul
Deskripsi/Ciri Yang Menonjol : kemampuan perundingan tinggi, mahir bekerjasama dengan orang lain, tertarik pada pikiran dan perasaan orang lain, peka terhadap reaksi dan suasanan hati orang lain, menikmati berada di tengah banyak orang dan kegiatan bersama, punya banyak teman, bisa berkomunikasi dengan baik, suka menengahi pertengkaran,  suka bekerja sama,  “membaca” situasi sosial dengan baik, terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat
Cara Praktis Dalam Belajar : berguru bersama, beri kesempatan untuk sosialisasi, kegiatan “sharing” (berbagi), gunakan ketrampilan bekerjasama dan komunikasi, permainan percakapan, adakan pesta dan perayaan belajar, permainan “cari jawaban” dari orang lain, kerja kelompok, ajari orang lain, gunakan lantaran akibat
Proses berguru yang mengembangkan Intelegensi Interpersonal.
a.       Membangun lingkungan interpersonal yang positif. Kriteria group yang efektif :
1.      lingkungan kelas hangat dan terbuka.
2.      Guru dan siswa bahu-membahu membuat tata tertib dan hukuman menurut kemanusiaan
3.      Proses pembelajaran saling ketergantungan yaitu melaksanakan kiprah aktif dan bantuan darai semua siswa.
4.      Belajar bertujuan untuk berguru dari kurikulum, dari sahabat dan dari pengalaman.
5.      Tugas dan tanggung jawab dibagi rata, sehingga setiap anggota kelas merasa penting dalam kelas.
b.      Pembelajaran kolaboratif
c.       Penanganan konflik
d.      Belajar melalui kiprah sosial / jasa.
e.       Menghargai perbedaan.
f.       Membangun persfektif yang beragam.
g.      Pemecahan persoalan global dan local dalam pendidikan multicultural.
h.      tekhnologi yang meningkatkan intelegensi interpersona
7.      KECERDASAN INTRAPERSONAL ATAU INTUITIF
Lazim Dijumpai Pada : novelis, penasihat,  orang renta bijak, filosof, guru, mistikus, orang dengan kesadaran diri dalam
Deskripsi/Ciri Yang Menonjol : Sadar diri (kekuatan dan kelemahan),  paham betul akan perasaan diri,  sensitif terhadap nilai diri, sensitif terhadap tujuan hidup, mempunyai kemampuan intuitif, mempunyai motivasi diri (instrinsik), suka menyendiri, bahagia bekerja terpisah dari orang lain, ingin berbeda dari orang kebanyakan, bahagia merenungkan dan mengambil kesimpulan dari masa kemudian pribadi,  menghargai privasi dan ketenangan, kecakapan inti dari kecerdasan ini yaitu kemampuan mengakses sisi batiniah diri 
Cara Praktis Dalam Belajar:  lakukan pembicaraan “dari hati ke hati”, lakukan pengembangan diri untuk mendobrak rintangan belajar, lakukan tanya jawab,  beri waktu untuk refleksi , studi mandiri,  dengarkan intuisi anda, diskusikan, refleksikan atau tulis apa yang dialami dan dirasakan, buat catatan harian atau jurnal, kontrol proses berguru diri sendiri, ajarkan bertanya
Proses Belajar yang Mengembangkan Intelegensi Intrapersonal.
a.       Membangun suatu lingkungan untuk mengembangkan pengetahuan diri
b.      Penopang penghargaan diri
c.       Penyusunan dan pencapaian tujuan
d.      Keterampilan berfikir.
e.       Pendidikan keterampilan emosional dalam kelas
f.       Penulisan jurnal
g.      Mengetahui diri sendiri melalui orang lain
h.      Merefleksikan ketakjupan dan tujuan hidup.
i.        Belajar mengarahkan diri sendiri.
j.        Teknologi yang mempertinggi intelegensi interpersonal
8.      KECERDASAN NATURALIS
Lazim Dijumpai Pada :petani, aktifis Green Peace, jago botani dan biologi, jago lingkungan hidup
Deskripsi/Ciri Yang Menonjol : mampu mengenali unsur alami, ingin hidup selaras dengan alam, punya segudang ilham untuk konservasi alami, merasa erat dengan alam, bisa ‘dekat’ dengan hewan, sensitif dengan tanda-tanda alam, peka terhadap ciri-ciri tanda-tanda alam, aktif dalam kegiatan menjaga lingkungan
Cara Praktis Dalam Belajar : belajar di udara terbuka,  langsung memakai materi alam (tumbuhan, bebatuan, binatang peliharaan), hadirkan harmonisasi dengan unsur alam
Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Naturalisme. Proses pembelajaran ini merupakan suatu proses yang mengembangkan kemampuan naturalism pada siswa yaitu :
a.       Menata lingkungan sekolah yang hijau dan asri.
b.       Dalam mempelajari materi yang bekerjasama dengan penjabaran tumbuhan, ekosistem, pencemaran lingkungan siswa diajak pribadi kea lam.
c.        Sekolah menyediakan alat bantu pelajaran ibarat torso dan charta perihal organ-organ badan manusia.
d.       Menerapkan pelajaran pertanian atau perikanan yang diubahsuaikan dengan kondisi kawasan masing-masing.
e.        Sekolah mengembangkan proses pembelajaran yang sanggup membangkitkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.








Kesimpulan
Pembelajaran yaitu suatu proses yang mengandung serentetan perbuatan guru dan siswa atas dasar korelasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
Howard menyebutnya sebagai kecerdasan beragam atau multiple intelligence.Mula-mula Howard menemukan delapan kecerdasan, namun dalam perkembangan selanjutnya, ia berhasil menemukan satu kecerdasan lagi. Sehingga hingga hari ini diperkirakan setiap insan mempunyai sembilan jenis kecerdasan.Kesembilan jenis kecerdasan itu adalah1. Kecerdasan Linguistik (word smart)2. Kecerdasan Spasial (picture smart)3. Kecerdasan Matematis (logic smart)4. Kecerdasan Kinestetis (body smart)5. Kecerdasan Musik (music smart6. Kecerdasan Interpersonal (people smart)7. Kecerdasan Intrapersonal (self smart)8.Kecerdasan Naturalis (nature smart)dan kecerdasan eksistensialis. Setiap insan mempunyai semua jenis kecerdasan itu, namun hanya ada beberapa yang secara umum dikuasai atau menonjol dalam diri seseorang.
Strategi pembelajaran berbasis muliple intelligence, mendekatkan pembelajaran dengan pengembangan kecerdasan beragam siswa didik melalui model pembelajaran yang sempurna dan diubahsuaikan dengan konsep/materi pembelajaran dan kondisi keragaman kecerdasan beragam siswa.

Post a Comment