Keterampilan Bertanya

Table of Contents

Bertanya merupakan tingkah laris yang sangat penting di dalam kelas bertanya untuk mengetahui apakah kualitas berfikir siswa dari sederhana terjadi perubahan frerfikir secara kompleks sehabis diberikan pelajaran.
Bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan siswa untuk berfikir dan mengemukakan jawaban yang sesuai dengan keinginan guru. Guru dalam mengajukan pertanyaan kepada seorang siswa sering kali tidak terjawab, alasannya ialah maksud pertanyaan tersebul kurang sanggup dipahami oleh siswa dalam hal ini.
Sardinian 1987 dalam bukunya ‘Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar’ menyampaikan bahwa pertanyaan yang baik memiliki ciri-ciri:
(1) Kalimatnya singkat dan jelas.
(2) Tujuannya jelas.
(3) Setiap pertanyaan hanya -satu masalah.
(4) Mendorong anak untuk berfikir kritis.
(5) Jawaban yang dibutuhkan bukan sekedar ya atau tidak.
(6) Bahasa dalam pertanyaan dikenal baik oleh siswa, dan
(7) tidak menjadikan tafsiran ganda
(http://www.jambiekspres.co.id/index.php/guruku/2506-pentingnya-guru-mengusai-keterampilan-mengajar.html 11-10-09 20.38 )
Umumnya orang bertanya kalau dia ingin mengetahui apa yang belum diketahuinya. Didalam kelas, guru bertanya kepada siswa untuk banyak sekali tujuan.
Tujuan penggunaan keterampilan bertanya
(1) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan
(2) Memusatkan perhatian
(3) Mengembangkan SCL (Studen Center Learning)
(4) Menarik siswa dalam pokok pembicaraan
(5) Mengembangkan cara berguru siswa aktif
(6) Mengetahui kesulitan berguru siswa
(7) Memotifasi siswa mengeluarkan pendapat
(8) Mengukur hasil berguru siswa.
Yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan:
(1) Kehangatan Dan Keantusiasan
Baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun mendapatkan jawaban siswa, perilaku dan gaya guru suara, ekpresi wajah, gerakan badan, dan sebagainya. Menampilkan ada tidaknya kehangatan.
Kebiasaan Yang Harus Dihindari
(1) Mengulangi Pertanyaan Sendiri
Contoh : Sebelum siswa sanggup berpikir maksimal terhadap pertanyaan guru mengulangi pertanyaan kembali karenanya siswa tidak konsentrasi.
(2) Mengulangi Jawaban Siswa
Menyebabkan waktu terbuang, siswa tidak mendengar jawaban dari temanya yang lain lantaran guru akan mengulanginya.
(3) Mejawab Pertanyaan Sendiri
Pertanyaan dijawab guru sebelum siswa mendapatkan kesempatan cukup untuk memikirkan jawabanya sehingga anak beranggapan tidak perlu memikirkan jawabanya lantaran guru akan memikirkan jawabanya.
(4) Pertanyaan Yang Memancing Jawaban Serentak
Contoh : Apa ibu kota RI?
Akibatnya guru tidak sanggup mengetahui dengan niscaya siapa yang benar dan menutut kemungkinan terjadi interaksi selanjutnya.
(5) Pertanyaan Ganda
Contoh : Siapa pemimpin orang belanda yang pertama tiba ke Indonesia, mengapa mereka datang, dan apa jawaban mereka itu bagi bangsa Indonesia. Hal ini akan mematahkan semangat siswa yang hanya sanggup menuntaskan satu dari semua kiprah itu.
(6) Menentukan siswa tertentu untuk menjawabnya. Akibatnya anak yang tidak ditunjuk tidak memikirkan jawabanya.
Komponen Ketrampilan bertanya
a. Pengungkapan pertanyaan yang terang dan singkat
b. Pemberian acuan
Contoh : Kita telah mengetahui bahwa abrasi tanah sanggup disebabkan oleh air dan angin terutama kalau tanah itu gundul, tanah yang bagaimana lagi yang gampang terjadi abrasi tanah oleh air.
c. Pemusatan
d. Pemindahan giliran
Pemindahan giliran : beberapa siswa bergilir diminta menjawab pertanyaan yang sama.
e. Penyebaran
Penyebaran : beberapa pertanyaan yang berbeda disebarkan giliranya kepada siswayang bertanda.
f. Pemberian waktu berfikir
g. Pemberian tuntunan
h. Mengungkapkan sekali lagi pertanyaan dengan cara lain yang lebih sederhana.
i. Mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana
j. Mengulangi klarifikasi sebelumnya yang bekerjasama pertanyaan.
(http://widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/12222/Keterampilan+bertanya.doc. 11-10-09 20.41)

Post a Comment