Pengertian Dan Tujuan Pengembangan Pendidikan Abad 21
Table of Contents
PENGERTIAN DAN TUJUAN PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP ABAD 21
A. Pengertian
Educational Testing Service (ETS) (2007), mendefinisikan keterampilan masa 21 sebagai pembelajaran kemampuan untuk a) mengumpulkan dan / atau mengambil informasi, b) mengatur dan mengelola informasi, c) mengevaluasi kualitas, relevansi, dan kegunaan informasi, dan d) menghasilkan info yang akurat melalui penggunaan sumber daya yang ada. Partnership for 21st Century Skills mengidentifikasi enam elemen kunci untuk masa ke-21 yaitu mendorong pembelajaran: 1) menekankan pelajaran inti, 2) menekankan keterampilan belajar, 3) memakai alat masa 21 untuk menyebarkan keterampilan belajar, 4) mengajar dan berguru dalam konteks masa 21, 5) mengajar dan mempelajari isi masa ke-21, dan 6 ) memakai penilaian masa ke-21 yang mengukur keterampilan masa 21
Rekomendasi Bacaan :
Pembelajaran Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi.
Literasi menjadi bab terpenting dalam sebuah proses pendidikan, penerima didik yang sanggup melaksanakan kegiatan literasi dengan maksimal tentunya akan mendapat pengalaman berguru lebih dibanding dengan penerima didik lainnya.
Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK. Kecakapan tersebut sanggup dikembangkan melalui aneka macam model pembelajaran berbasis kegiatan yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan bahan pembelajaran. Kecakapan yang dibutuhkan di Abad 21 juga merupakan keterampilan berpikir lebih tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)) yang sangat dibutuhkan dalam mempersiapkan penerima didik dalam menghadapi tantangan global.
Paradigma pendidikan nasional masa 21 sanggup dirumuskan sebagai berikut, (1) untuk menghadapi masa 21 yang makin syarat dengan teknologi dan sains dalam masyarakat global, maka pendidikan kita haruslah beroreintasi pada ilmu pengetahuan matematika dan sains alam disertai dengan sains sosial dan kemanusiaan dengan keseimbangan yang wajar; (2) Pendidikan ilmu pengetahuan bukan hanya menciptakan seorang penerima didik berpengetahuan, melainkan juga menganut perilaku keilmuan, yaitu kritis, logis, analitis dan kreatif, namun disertai pula dengan kemampuan beradaptasi. (3) Pada setiap jenjang pendidikan perlu ditanamkan jiwa kemandirian, alasannya yaitu kemandirian langsung mendasari kemandirian bangsa, kemandirian dalam melaksanakan kerjasama yang saling menghargai dan menghormati.
Sumber:
Panduan Implementasi Kecakapan Abad 21 Kurikulum 2013 di SMA
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017

Post a Comment